Senin , Oktober 26 2020
Home / Pojok Santri / Apapun Pelajarannya, Tanyanya tentang Corona

Apapun Pelajarannya, Tanyanya tentang Corona

Sudah dua minggu ini sejak diberlakukannya semi lockdown dalam rangka pencegahan virus Corona (Covid-19) rutinitas masyarakat berubah total dari biasanya,  termasuk rutinitas belajar mengajar dimana saat ini model pembelajarannya adalah model pembelajaran dalam jaringan atau daring yang popular di masyarakat dengan istilah kelas online baik menggunakan aplikasi Zoom, Google Meet, WAG, E-Learning maupun yang lain.

Menariknya dari sekian kelas online dan mata kulih yang berbeda-beda dan dengan berbagai tema, para mahasiswa selalu mengaitkan materi dengan corona, mungkin karena terlalu imut sehingga selalu ingin dibahas. Tidak ketinggalan Bejo, mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Kewarganegaraan menanyakan tentang sikap pemerintah

Bejo : “ Pak, dalam rangka menjaga ketahanan nasional pemerintah selalu di tuntut untuk mengambil kebijakan yang tepat dan berpihak kepada rakyatnya. Apakah pemerintah dalam menetapkan kebijakan penanganan virus corona ini juga memakai kaidah fikih?”

Seketika sang dosen ini garuk – garuk kepala sebab ini nanya atau menguji kewaliannya &*^&^%#!^&??? Mungkin karena wapresnya kyai, sehingga apa yang menjadi kebijakan pemerintah  harus selalu didasari pandangan fikih. Namun pertanyaan Bejo ini harus tetap dijawab supaya tidak menjadi udun.

Dosen : “Iya, pemerintah selalu menggunakan kaidah  تصرف الإمام على الرعية منوط بالمصلحة”

Bejo : “Oh iya pak, trimakasih. Tapi kita tahu kebijakan yang ada di Indonesia ini belum seragam, terutama dalam fatwa peniadaan sholat Jum’at, nah ini bagaimana pak?”

Dosen : “Menyikapi corona, ada ulama berfatwa A, ada yang berfatwa B dan seterusnya.. kita teringat hadits Nabi Muhammad SAW وان اختلفتم فعليكم با لسواد الاعظم yang artinya ika kalian berselisih, maka ikuti mayoritas.. Dari hadits ini, maka fatwa Azhar Mesir, keputusan PBNU, fatwa MUI dan mayoritas negara muslim lainnya lebih tepat diikuti dari pendapat Ulama lain yang berbeda..”

Alhamdulilah bisa jawab, batin dosen sambil ngelus-ngelus jidatnya..

Dosen : “kenapa demikian, sebab حكم الحاكم يرفع الخلاف. Tentu dengan tetap menghargai perbedaan ulama dalam pendapat.. “ timpal si dosen sambil merasa PD.

Ini matakuliah Kewarganegaraan atau Qowaid Fiqhiyah… &!&^!^^%!%$!

Pada hari berikutnya, si dosen ini juga mengajar mata kuliah Akhlak melalui media whatsapp group, setelah memberikan penejelasan akhwal wal maqomat menurut berbagai pendapat ulama maka kemudian didalamilah maqom yang pertama, yaitu taubah. Diana bertanya dengan semangatkan melalui jalur voice.

Diana: “Pak, virus corona yang begitu ganas ini, bagaimana cara taubatnya kita?”

Si dosen makin bingung, sambil menatap sarung yang sudah dua hari tidak ganti..

Dosen: “Taubatan nasuha dari admin, langkah pertamanya keluar atau left group ghibah lovers… “

Diana: “Kok tahu pak saya miminnya???”

Dosen : “la istri saya anggotanya……. Sekian, kelas selesai, wassalamualaikum”

 

Aan ZA

About admin

Check Also

Peranan Ilmu dan Amal

Ilmu adalah karunia paling berharga yang diberikan Allah kepada manusia. Kemuliaan ilmu ini banyak ditegaskan …

Tinggalkan Balasan