Selasa , Juni 2 2020
Home / Alumni Story / Doa Alumni untuk Sang Romo Kyai

Doa Alumni untuk Sang Romo Kyai

Banyak cara yang dilakukan oleh seseorang untuk mengenang, memuliakan dan menghormati gurunya, baik guru yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Salah satu yang dilakukan oleh para alumni Pondok Pesantren Thoriqul Huda, Cekok, Babadan, Ponorogo adalah dengan melakukan ziarah kubur dan berkirim doa kepada para pendiri dan guru, terutama Kyai Fachruddin Dasuki yang dilaksanakan pada Ahad, 15 Desember 2019.

Beberapa riwayat yang menjelasakan tentang perintah untuk melakukan zaiarah kubur diantara dari Imam Turmudzi meriwayatkan satu hadits di mana Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallama bersabda:
قَدْ كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ القُبُورِ، فَقَدْ أُذِنَ لِمُحَمَّدٍ فِي زِيَارَةِ قَبْرِ أُمِّهِ، فَزُورُوهَا فَإِنَّهَا تُذَكِّرُ الآخِرَةَ
Artinya: “Sungguh dahulu aku melarang kalian untuk berziarah kubur. (Kini) telah diijinkan bagi Muhammad untuk berziarah ke kubur ibunya. Maka berziarah kuburlah kalian, karena sesungguhnya ziarah kubur dapat mengingatkan akan akhirat.”

Dalam riwayat Imam Muslim Rasul menuturkan: فَزُورُوا الْقُبُورَ فَإِنَّهَا تُذَكِّرُ الْمَوْتَ Artinya: “Maka berziarah kuburlah kalian, karena sesungguhnya ziarah kubur itu dapat mengingatkan pada kematian.” Dari hadits di atas bisa diambil beberapa pelajaran di antaranya bahwa pada mulanya ziarah kubur dilarang oleh Rasulullah namun dikemudian hari beliau membolehkan untuk melakukannya. Ziarah kubur—menurut hadits di atas—juga bisa menjadikan pelakunya teringat akan kematian dan kehidupan akhirat, bahwa ia pada saatnya kelak akan mati dan mengalami segala yang ada di alam barzakh dan akhirat. (Belajar Toleransi dari Imam Syafi’i saat Ziarahi Makam Abu Hanifah) Dalam beberapa riwayat kita bisa menjumpai keterangan bahwa Rasulullah pernah berziarah ke makam ibundanya Sayidatina Aminah. Beliau juga berziarah ke komplek pemakaman Baqi’ untuk menziarahi ahli kubur para sahabat yang gugur di perang Badar dan Uhud.

Hadits riwayat Imam Muslim dari Abu Hurairah:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: زَارَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَبْرَ أُمِّهِ، فَبَكَى وَأَبْكَى مَنْ حَوْلَهُ
Artinya: “Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa sallama pernah berziarah ke kubur ibundanya, maka beliau menangis dan menjadikan orang di sekitarnya menangis.” Imam Malik dalam Muwatho’-nya juga meriwayatkan:
إِنِّي بُعِثْتُ إِلَى أَهْلِ الْبَقِيعِ لِأُصَلِّيَ عَلَيْهِمْ
Artinya: “Sesungguhnya aku diutus (untuk berziarah) ke ahlul baqi’ untuk mendoakan mereka.”

Di Indonesia sebagian besar masyarakat muslim melakukan ziaran kubur dengan berbagai macam mitivasi. Ada di antara mereka yang aktif berziarah kubur ke makam orang tua, guru atau orang alim tertentu setiap hari tertentu untuk berkirim do’a, ada juga yang pada bulan-bulan tertentu secara rombongan berziarah ke makam para wali dan kiai dengan tujuan bertabarruk, dan lain sebagainya.

Kegiatan temu alumni Pesantren Thoriqul Huda Cekok ini selain diisi kirim doa kepada para guru dan pendahulu juga dilaksanakan musyawarah alumni, sarasehan dan tumpengan. Kegiatan tumpengan ini menjadi kegiatan yang fenomenal bagi para alumni karena merasakan kembali suasana keakraban dalam makan bersama senampan sebagaimana suasana saat menjadi santri dahulu.

Wallâhu a’lam.

About admin

Tinggalkan Balasan